Selasa, 25 Februari 2014

Tiga Cinta

Sosok fatamorgana
hanya bayangan dan khayalan
berharap menempuh cerita
terbentuk cinta dari sang pencipta

demi-NYA yang tak mau
bukan aku tak bisa
oleh karena-NYA takkan tersentuh
biar indahnya memenuhi hasrat diriku
agar tak gila dibuat oleh bayangan yang tak sempurna
entah sampai kapan diwujudkan hendak-NYA

sosoknya yang saling berbeda
terbukti ada atau tiada
biarkan semua kembali pada pencipta-NYA.

Kamis, 20 Februari 2014

Pelangi

keindahan pelangi adalah senyumanmu
kau hadir memancarkan cahaya
dan menghangatkan hati

kau yang melambungkan bahagiaku
meneduhkan diri ini saat merapuh

cahaya-NYA menyinari wajahmu
yang sering bermain dimataku

kini kumengerti arti penantian
jika ingin melihat pelangi, maka tunggulah hingga hujan berhenti 
dan memahami makna gelombang sebelum daratan

Sabtu, 15 Februari 2014

Pernyataan Cinta


Bila tak kunyatakan keindahan-MU dalam kata,
Kusimpan kasih-MU dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-MU,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-MU.
Apakah maksud-MU?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi menahan kepedihan kecuali mengenang-MU,
Bagai unta menahan biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

Dalam Diam Ku Harap

terdiam di dalam kebimbangan
terbuai bayangan fatamorgana
khayalan surga mimpi dikesunyian
menebar di ruang sela sela kalbu

mengurai arti tiada kunjung
seperti hal nya mencari dlm lingkaran
mengharap sebuah kepastian tiba
menghampiri hati ini yang hampa

sampai berapa abad lagi ku bertahan
di sini aku hanya mampu menanti
bila angan yang tetap tak pasti

termenung kusendiri
terpaut goresan tergambar diwajah
memupuk harapan agar tak pudar
terpaut rindu terpendam dalam jiwa

seperti kata yang tak sempat di ucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

Biarkan lah
di dalam diamku mencintai-MU

Sabtu, 01 Februari 2014

Suluk Cintaku

Ketika jasadku masuk ke dalam cinta-MU tiba-tiba sepercik cahaya menyelimuti hati dan ruhku kembali.

aku kini berada didalam ruang hampa, kesepian, diliputi oleh keheningan suara dan penuh kebimbangan.

kebanggaan telah menghancurkanku,
ketinggian telah merendahkanku,
serta perjalanan telah menemukanku.

Ditengah-tengah kehampaan jiwaku,
dan disaat akal dan nafsu mulai merajaiku.

Rasanya tak kuasa menahan airmata untuk mengingat-MU

Dengan ketulusan-MU menyembuhkan luka cintaku.

Karena dengan cinta-MU aku merasakan kasih sayang dan keabadian.