wahai kau yang aku kenali
ku panjat gunung yang tinggi
aku kira kau berada dipuncaknya
namun belum juga kau disana
lalu aku membuat jalan antara tabir dan salam
sudah ribuan rindu mampu kuterjemahkan
aku terpukau memandang dikedalaman jiwanya
kau hadir membawa ceria
kau taburkan dengan sukacita
walaupun lisan ini tiada meminta
baru sekali kau memberikan suara indahmu itu
tak pernah berjumpa
kau wanita bersajak indah
Rahasia adalah rahasia
mana boleh diterka
hanya aku perlu meyakini
dia adalah urusan dan hak Tuhan
Wahai Tuhan
engkau mengetahui zat rahasiaku
aku sendiri tidak mengetahuinya
tanpa pengetahuan tentangnya
Aku dan dia
dia dan Aku
bukan dua dan bukan satu
satu masih berbentuk
berjarak titik atas dengan bawah
dia kujadikan teman bercakap dalam hatiku
tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk jisimku
Aku adalah rahasia dia
dia adalah rahasia aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar