Sabtu, 28 Juni 2014

Rindu cahaya-Mu

hati yang kotor dan jiwa pucat ketakutan
terasa semuanya gelap
pejamkan mata menyusup makna
teringat setitik hina 
dan seluas pandangan dosa

ada sekuntum hari
wanginya mengharumi bumi
mencari jiwa resah yg datang pergi
terucap doa tuk sucikan diri

tapi, aku masih saja tak mampu mensyukuri
hari-harimu kulalui 
tanpa isi
dan tanpa arti

aku sungguh kurang memahami
haruskah percaya tanpa mengerti
seperti hidup tanpa raga dalam roh mati

dulu ramadhan selalu kunanti
kuyakini bulan yang mulia
jiwa ini damai berjalan dengan cahaya
iman tertancap kuat didada
teguh beharap rahmat sang kuasa

kenapa sekarang jauh samudera kasihmu
dalam doaku sering memaksa
bahkan sering mengeluh tak tahu malu

tunjukan bagaimana caranya aku memahami
aku mohon berikan cahaya ramadhanmu kembali

aku lupa bahwa engkaulah penentu
aku manusia yg tak tahu diri
engkau maha pemurah
melimpahkan seluruh nikmat
menyatu pada segala inti hidup

dalam usiaku ini penuh rindu ramadhanmu untuk kupahami
betapa indahnya mati dalam kemenanangan sejati
kembali dalam sisimu keadaan suci

Tidak ada komentar: